Sejarah Menjadi Indonesia (32): Hubungan Jepang dan Indonesia Tidak Pernah Putus; Parada Harahap dan Akhir Tragis Belanda

shape image

Sejarah Menjadi Indonesia (32): Hubungan Jepang dan Indonesia Tidak Pernah Putus; Parada Harahap dan Akhir Tragis Belanda

*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Secara defacto tidak pernah putus hubungan antara Jepang

Pemimpin Indonesia hanya berselisih dengan Belanda. Ketika Jepang menduduki Tiongkok, Pemerintah Hindia Belanda mendorong orang Cina di Indonesia untuk membantu Tiongkok. Sementara Soekarno dan Mohamad Hatta di pengasingan, pemimpin Indonesia menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Jepang pada tahun 1938. Dalam program Jepang ini, MH Thamrin diproyeksikan sebagai pemimpin Indonesia. KonsulatJepang di Batavia mulai mengambil langkah berpartisipasi dalam pembentukan surat kabar berbahasa Melayu (sebagai corong propaganda Jepang). Bagaimana kisah itu berlangsung sebelum terjadi pendudukan militer Jepang? Mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Parada Harahap Memimpin Tujuh Revolusioner Indonesia ke Jepang, 1933

Tunggu deskripsi lengkanya

Kerjasama Jepang-Indonesia 1938: MH Thamrin Diproyeksikan Sebagai Pemimpin

Tunggu deskripsi lengkanya

Pendudukan Militer Jepang 1942: Wali Kota Soerabaja Dr Rdajamin Nasution dan Wali Kota Batavia Dahlan Abdullah

Tunggu deskripsi lengkanya

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945: Ir. Soekarno

Tunggu deskripsi lengkanya

Presiden Soekarno Mengundang Kembali ‘Kawan Lama’ Jepang 1958; Parada Harahap Wafat 1959

Tunggu deskripsi lengkanya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

© Copyright 2020 Jasa Whatsapp Blast | Adwordsgoogle.site

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang
close
Jual Software Whatsapp Bulk Sender Blaster Anti Banned