Sejarah Bogor (7): Nama Kampung di Bogor Tempo Doeloe; Gemeente Buitenzorg Terdiri Tiga Desa (Paledang, Bondongan, Pasar)

shape image

Sejarah Bogor (7): Nama Kampung di Bogor Tempo Doeloe; Gemeente Buitenzorg Terdiri Tiga Desa (Paledang, Bondongan, Pasar)

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bogor dalam blog ini Klik Disini

Pada awal pembagian administratif Regentschappen (Kabupaten) Buitenzorg memiliki lima district (kecamatan), yakni: Buitenzorg, Paroeng, Tjibinong, Jassinga dan Tjibaroessa. Pada tahun 1861 (lihat Statistiek der Assiten Residentie Buitenzorg, 1861) Regentschappen Buitenzorg terdiri dari 62 tanah (landerien) dan 1.030 kampong. Jumlah penduduk sebanyak 341.083 jiwa, tidak termasuk  orang Eropa/Belanda sebanyak 759.

Pemerintah Kota Buitenzorg

Land Bloebor adalah wilayah awal yang menjadi cikal bakal Kota Buitenzorg. Sebagaimana diketahui VOC Hindia Timur digantikan Pemerintah Hindian Belanda 1799 dimana pemerintah membeli tanah-tanah VOC untuk tempat pemerintahan seperti di Batavia dan Buitenzorg. Pada tahun 1800, Land Bloebor dibeli oleh pemerintah dimana land tersebut dijadikan pusat pemerintahan. Sejak itu Land Bloeboer  dianggap wilayah kekuasaan pemerintah dan nama Bloeboer berganti nama menjadi Buitenzorg.

Dalam pembelian ini tanah tersebut, Daendles memiliki sepersepuluh secara pribadi dalam 54 persil tanah yang terletak di sejumlah tempat. Persoalan kemudian muncul karena kepemilikan pemerintah terhadap ibukota Buitenzorg tidak utuh alias compang-camping serta batas-batas Negara (pemerintah) tidak menentu. Gugatan kemudian diajukan terhadap tanah kepemilikan di dalam kota yang dulu menjadi milik Daendles (lihat Nederlandsche staatscourant, 02-11-1866). Gugatan dilakukan oleh Kejaksaan Agung mewakili pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1864 gugatan diajukan ke pengadilan di Batavia. Tanah-tanah swasta (partikelir) harus dibebaskan dari dalam kota dan akan dibeli oleh pemerintah.

Pada tahun 1866 sebagaimana dilaporkan surat kabar Nederlandsche staatscourant, 02-11-1866 pengadilan meloloaskan gugatan pemerintah dan dapat membebaskan tanah pertikelir dengan memberikan ganti rugi kepada para pemilik. Dengan demikian deklarasi baru dibuat atas tanah pemerintah di Buitenzorg alias Bloeboer. Disebutkan tanah pemerintah di Buitenzorg dengan struktur baru adalah sebagai berikut:

Nama-nama Kampong

Pada laporan tahun 1861 di landerien Bloeboer terdapat sebanyak 23 kampong. Nama-nama kampong tersebut tidak teridentifikasi secara rinci. Sumber data terdekat adalah peta Buitenzorg tahun 1880. Di dalam peta ini yang teridentifikasi adalah nama-nama desa, yakni Tjiwaringin, Pabaton, Tjikema, Tanasareal, Mandairena, Bandongan, Djerokoeda dan Lolongok. Dua landerien adalah Soekasari yang hanya terdiri dari satu desa yakni desa Soekasari dan landerien Bantarpetee juga hanya satu desa yakni desa Banterpetee.

Pada tahun 1905 kota Buitenzorg dibentuk menjadi kotapraja (gemeente). Luas area gemeente hanya terdiri dari area urban yang selama ini menjadi pusat kota Buitenzorg yang terdiri dari tiga desa plus desa babakan: Paledang, Bondongan, Babakan Pasar dan Babakan (bagian dari Kedoeng Halang, yang kemudian dikenal sebagai babakan Goenoeng Gede, lokasi perumahan baru orang Eropa/Belanda).

Berdasarkan Peta 1900 ibukota (hoofdplaats) Buitenzorg terdiri dari tiga desa, yaitu: desa Paledang, desa Babakan Pasar dan desa Bondongan. Desa-desa ini terdiri dari subdivisi (nama kampong lama dan nama pemukiman baru). Desa Paledang terdiri dari kampong dan area: Kebon Djahe, Djambatan Merah, Mantarena. Kampong Kramat, Gardoe, Tjiwaringin, Gedong Sawah, Pondok Asem dan Istal Gedong Besar. Desa Babakan Pasar: Tjingtjauw, Tengah, Rawa sedek, Poelau pasar, Jalan Roda dan Bong. Desa Bandongan: Kaoem Hilir, Empang, Kaoem Oedik, Kebon Gede, Sindang Rasmi, Kampung Apoe dan Lajong Sari.

Dalam hal ini, pembagian administrasi Hindia Belanda berdasarkan Sensus Penduduk 1930 di (pulau) Jawa terdiri dari tiga wilayah (gewest): West, Midden dan Oost. West Java terdiri dari beberapa afdeeling. Sementara Afdeeling terdiri dari beberapa regenschap, lalu regenschap terdiri dari beberapa distrik dan distrik terdiri dari beberapa onderdistrik. Onderdistrik Buitenzorg, Distrik Buitenzorg, Regenschap Buitenzorg. Afdeeling Buitenzorg adalah Kota Buitenzorg,

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

© Copyright 2020 Google Ads | Jasa Whatsapp Blast

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang