Sejarah Kota Depok (46): Budak Beruntung Menjadi 'Belanda Depok'; Apakah Cornelis Chastelein Perintis Larangan Perbudakan? - JagoMarketing | Jasa Whatsapp Blast

Sejarah Kota Depok (46): Budak Beruntung Menjadi 'Belanda Depok'; Apakah Cornelis Chastelein Perintis Larangan Perbudakan?

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Depok pada blog ini Klik Disini

Cornelis Chastelein, boleh jadi adalah seseorang pelopor pembebasan perbudakan pada Oost Indie (baca: Indonesia). Itu bermula saat Cornelis Chastelein mewariskan harta miliknya kepada para tenaga kerjanya pada tahun 1714. Para energi kerja Cornelis Chastelein pada awalnya diperoleh dengan status budak. Peristiwa ini sekitar satu 1/2 abad mendahului sebelum pemerintah Hindia Belanda (baca: Nederlandsch Indie) menghapuskan perbudakan menggunakan ditetapkannya di dalam undang-undang tahun 1860.



Dirk van Hogendorp (lukisan 1813)
Larangan perbudakan di wilayah jajahan Inggris sendiri sudah diberlakukan pada tahun 1843. Boleh jadi pemberlakukan larangan perbudakan di wilayah jajahan Inggris telah memacu lebih cepat diberlakukannya larangan perbudakan di wilayah jajahan Belanda tahun 1860. Penetapan larangan ini dalam undang-undang baru terjadi setelah melalui proses yang alot antar berbagai pihak di Hindia Belanda. Meski larangan perbudakan sudah dimaklumkan tetapi dalam kenyataannya praktek perbudakan masih ada.



Apakah Cornelis Chastelein sudah menyadari arti penting pembebasan budak? Hal yang sama, apakah Pemerintah Hindia Belanda sudah menyadari arti penting larangan perbudakan? Lantas mengapa praktek perbudakan masih ada meski undang-undang embargo perbudakan sudah dirilis? Yang jelas, ketika hiruk-pikuk soal pro atau anti perbudakan pada Hindia Belanda, pada Depok sudah semenjak lama nir ditemukan praktek perbudakan. Apakah Cornelis Chastelein sudah menjadi pioner pembebasan budak dalam Indonesia? Mari kita telusuri.


Dirk van Hodendorp: Inspirasi berdasarkan Ayah


Tunggu pelukisan lengkapnya


Edward Douwes Dekker (Multatuli) Meneruskan Perjuangan Dirk van Hodendorp


Tunggu pelukisan lengkapnya


Larangan Perbudakan oleh Pemerintah: Pengusaha vs Akademisi


Tunggu pelukisan lengkapnya


Depokker: Terjepit Diantara Belanda & Indonesia

Tunggu pelukisan lengkapnya

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Dapatkan Info Produk Terbaru Kami

Masukan Alamat Email Kamu Disini

Gabung bersama media kami.