Sejarah Jakarta (103): Sejarah Pluit, dari Land Fluyt hingga Waduk Pluit; Sisi Timur Sungai dari Fort Angke hingga Post de Fluyt - JagoMarketing | Jasa Whatsapp Blast

Sejarah Jakarta (103): Sejarah Pluit, dari Land Fluyt hingga Waduk Pluit; Sisi Timur Sungai dari Fort Angke hingga Post de Fluyt

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta pada blog ini Klik Disini

Area (daerah) Pluit awalnya merupakan rawa-rawa yang sangat luas. Seperti apa peta geografis daerah Pluit tempo doeloe sangat disharmoni menggunakan peta masa sekarang (googlemap). Waduk Pluit yg kini tempo doeloe merupakan muara sungai Grogol. Waduk Pluit yg sekarang , posisi GPSnya tempo doeloe berada pada sisi timur sungai Angke. Wilayah antara sungai Angke dan sungai Grogol tersebut paripurna berada area Pluit.

Pluit (Peta 1740)
Pasca serangan Mataram ke Batavia (1628) kota (stad) Batavia diperkuat dengan sejumlah benteng (fort). Salah satu benteng yang dibangun (sekitar 1650an) adalah fort Angke (di sisi timur sungai Angke). Untuk menghubungkan kota Batavia dan fort Angke dubangun kanal. Pada tahun 1684 kanal dibangun dari fort Tangerang ke fort Angke (selesai 1687). Dengan demikian antara Batavia dan Tangeran jarak dan waktu tempuh dengan transportasi air lebih pendek (Kanal ini kini dikenal sebagai sungai di sisi utara jalan Daan Mogot). Dalam perkembangannya dari fort Angke di sisi timur sungai Angke ke arah laut dibangun kanal baru. Pada ujung kanal baru ini pasca tragedi kerusuhan 1740 dibangun post militer (disebut Post de Fluyt, yang menjadi asal-usul nama Pluit). Untuk menghubungkan kota Batavia dan post Fluyt dibangun kanal baru. Antara kanal baru inilah posisi GPS waduk Pluit yang sekarang.

Lantas bagaimana sejarah Pluit? Sejauh ini sejarah Pluit belum pernah ditulis. Sebagai bagian dari penulisan sejarah Jakarta, sejarah Pluit menjadi penting untuk ditulis. Paling tidak di (kawasan) Pluit terdapat dua situs penting yakni Post Pluyt dan Waduk Pluit. Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kawasan Pluit (Now)
Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*

Post de Fluyt: Asal-Usul Land Pluit

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Dapatkan Info Produk Terbaru Kami

Masukan Alamat Email Kamu Disini

Gabung bersama media kami.