Sejarah Sukabumi (9): Sejarah Selabintana dan Selabatu; Dari Sanatorium di Tjikole Menjadi Hotel dan Air Terjun Tjibeureum

shape image

Sejarah Sukabumi (9): Sejarah Selabintana dan Selabatu; Dari Sanatorium di Tjikole Menjadi Hotel dan Air Terjun Tjibeureum

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Sukabumi dalam blog ini Klik Disini

Asal muasal terbentuknya hotel dalam Selabintana bermula pada Selabatoe, kampong Tjikole. Pada masa lampau kampong Tjikole adalah ?Downtown? Soekaboemi. Hal ini bermula dimana planter membentuk homebase, kemudian menjadi munculnya perkampongan orang-orang Tionghoa. Sebagai ?Sentra kota? Kemudian Militaire Department membangun rumah sakit militer yg dipimpin oleh Dr. L Weiss. Tetapi pada perkembangannya duduk perkara timbul.

Selabatoe tempo doeloe (Peta 1899); Selabintana masa kini
Sehubungan dengan dibukanya jalur kereta api Buitenzorg-Bandoeng dan beroperasinya ruas Buitenzorg-Soekaboemi pada tahun 1882 kota Soekaboemi yang berpusat di kampong Tjikole tumbuh berkembang secara pesat. Setelah adanya persoalan antara militer dengan penduduk tahun 1890, dalam perkembangannya rumah sakit itu berubah status kepemilikan yang kemudian disewa oleh E Lenne dan menjadikannya sanatorium dan kemudian diintegrasikan dengan hotel: ‘Sanatorium en Hotel Selabatoe’.

E Lenne kemudian melakuan ekspansi usaha dengan membangun baru hotel yang lebih baik di Selabintana. Hotel Selabinta yang mengintegrasikan dengan keindahan alam yang eksotik dimana terdapat air terjun menjadi pesaing utama dalam usaha akomodasi dengan dua hotel terdahulu: Hotel Ploem dan Hotel Voctoria. Itulah sekilas sejarah awal kehadiran Hotel Selabinta yang tidak terpisahkan dari Sanatorium Selabatoe. Tapi tentu itu tidak cukup. Untuk itu mari kita telusuri lembih lanjut sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Sanatorium dan Hotel Selabatoe

Tunggu deskripsi lengkapnya

Hotel Selabintana

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

© Copyright 2020 Google Ads | Jasa Whatsapp Blast

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang