Sejarah Sukabumi (5): Sejarah Pelabuhan Ratu, Ibu Kota Baru Kabupaten Sukabumi; Wijnkoopsbaai, Scipio, de Wilde, Eekhout

shape image

Sejarah Sukabumi (5): Sejarah Pelabuhan Ratu, Ibu Kota Baru Kabupaten Sukabumi; Wijnkoopsbaai, Scipio, de Wilde, Eekhout

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Sukabumi dalam blog ini Klik Disini

Pada tahun 1890 RA Eekhout mempunyai konsesi untuk membentuk jalur rel kereta api (listrik atau uap) berdasarkan Cibadak ke Pelabuhan Ratoe. Pemerintah pusat sudah menciptakan kebijakan baru menutup pelabuhan Wijnkoopsbaai menurut segala kegiatan perdagangan pemerintah dan perdagangan luar negeri. Ini sehubungan menggunakan beroperasinya jalur kereta api ruas Buitenzorg-Bandoeng via Soekabomi dan Tjiandjoer. RA Eekhout ingin menyelamatkan Wijnkoopsbaai (Palaboehan Ratoe)

Kini, ibu kota Kabupaten Sukabumi telah dipindahkan dari Kota Sukabumi ke kota Pelabuhan Ratu. Jika Kota Sukabumi diawali oleh de Wilde maka Pelabuhan Ratoe ingin direvitalisasi oleh RA Eekhout. Namun gagasan Eekhout ditolak banyak pihak. Lantas apakah berhasil pemindahan ibu kota kabupaten Sukabumi ke Pelabuhan Ratu akan cepat berkembang Sukabumi bagian selatan? Belajar sejarah Pelabuhan Ratu ada bainya karena dapat memberi perspektif dalam arah perjalanan sejarah kota ke masa depan. Mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Svipio dan Wijnkoopsbaai

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

© Copyright 2020 Google Ads | Jasa Whatsapp Blast

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang