Sejarah Jakarta (71): Sejarah Awal Gunung Sahari; Bukan Gunung Sebenarnya, Tempo Dulu Daratan Kering di Tengah Rawa Luas

shape image

Sejarah Jakarta (71): Sejarah Awal Gunung Sahari; Bukan Gunung Sebenarnya, Tempo Dulu Daratan Kering di Tengah Rawa Luas

*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Jakarta pada blog ini Klik Disini

Di Jakarta terdapat namanya daerah Gunung Sahari (dalam sebelah timur Pasar Baru). Satu yang menarik dalam masa ini, nir ada yang menulis sejarah Gunung Sahari secara lengkap (dari awal sampai akhir). Hanya ditulis sepotong-sepotong menurut sejarah panjang Gunung Sahari. Padahal nir terdapat sejarah pada Jakarta yg bersifat rahasia (sulit diketahui). Semua tempat pada Jakarta saling terhubung satu sama lain.

Peta 1624 dan Peta 1665
Sesungguhnya tidak sejengkal pun tanah di Jakarta tanpa memiliki sejarah. Semuanya memiliki sejarahnya sendiri-sendiri namun tidak berdiri sendiri. Antara satu tempat dengan tempat lainnya di Jakarta satu sama lain memiliki keterkaitan dalam proses yang panjang. Oleh karena itu, menulis sejarah suatu tempat di Jakarta tidak bisa melihat keseluruhan tanpa memperhatikan relasinya dengan yang lain. Dalam hubungan ini, jika tidak memperhatikan relasi tersebut maka yang terjadi adalah gagal paham (tidak memberi kontribusi dalam pengetahuan). Analisis relasi dalam merekonstruksi sejarah suatu tempat (dalam hal  ini di Jakarta) menjadi sangat penting. Satu hal yang terpenting dalam menarik relasi tersebut haruslah didukung data sejarah yang valid. Pemahaman terhadap tipologi (scientific) tempat serupa dapat memperkuat pemahaman (seperti tipologi Tangerang dan Bekasi). Dalam penulis sejarah suatu tempat kita tidak bisa secara gegabah menggunakan pendekatan toponimi (yang cenderung bersifat art).

Relasi terdekat Gunung Sahari adalah Pasar Baru (bukan Senen

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*. Foo udara 1943

Nama Goenoeng Bukan Gunung Sebenarnya

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

© Copyright 2020 Jasa Whatsapp Blast | Adwordsgoogle.site

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang
close
Jual Software Whatsapp Bulk Sender Blaster Anti Banned