Sejarah Lombok (16): Sejarah Sumbawa, Tau Samawa; Terbentuknya Peradaban Baru Sabalong Samalewa, Samalewa Samawa

shape image

Sejarah Lombok (16): Sejarah Sumbawa, Tau Samawa; Terbentuknya Peradaban Baru Sabalong Samalewa, Samalewa Samawa

*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Lombok pada blog ini Klik Disini

Nama Sumbawa tentu saja sudah lama terdapat. Bahkan jauh sebelum muncunya nama Dompu. Seperti halnya pulau Flores dan pulau Timor, pulau Sumbawa adalah pulau akbar, jauh lebih akbar dari tetangganya pulau Lombok. Sementara nama (kerajaan) Dompu lebih dulu terkenal (naskah Pararaton) baru nama (kerajaan) Bima berkibar semenjak era VOC. Lalu bagimana menggunakan kerajaan Sumbawa? Mulai dikenal semenjak 1674.

Orang Sumbawa merupakan penduduk yang berhubungan membangun budaya sendiri yg kemudian timbul kerajaan Sumbawa. Kerajaan Sumbawa menjadi pembeda memakai wilayah budaya (daerah administrasi) dari kerajaan-kerajaan lainnya pada pulau Sumbawa. Lalu bagaimana sejarah orang Sumbawa sebelum & setelah letusan gunung Tambora? Nah, itu dia. Untuk menambah pengetahuan dan menaikkan wawasan sejarah nasional, ari kita telusuri asal-dari tempo doeloe.

Sumber primer yang digunakan pada artikel ini merupakan ?Asal utama? Seperti surat warta sejaman, foto

Nama Sumbawa: Pulau dan Kerajaan

Nama Samawa ditulis untuk menyebut Sumbawa pertama kali pada tahun 1877 (lihat Handleiding bij de beoefening der land- en volkenkunde van Nederlandsch Oost-Indië, voor de cadetten, bestemd voor den dienst in die gewesten, 1877). Disebutkan Soembawa (dat eigenlijk Sambawa of Samawa schijnt te heeten.Keterangan ini penulis ingin membetulkan nama Soembawa yang sebenarnya adalah Sambawa atau Samawa. Tidak dijelaskan apakah Sambawa bergser menjadi Samawa (atau sebaliknya).

Peta 1675
Pada era Portugis ditulis sebagai Cumbava. Orang-orang Belanda (VOC) menulisnya menjadi Soembawa. Namun bagaimana yang sebenarnya sulit diketahui secara pasti. Namun penulisan Cumbava atau Soembawa (Eropa) bisa benar. Sebab ada dua pulau besar yang memiliki nama yang berdekatan, yakni Soemba dan Soembawa. Lantas apakah penulisan pada era Portugis dengan Cumbava merupakan reduksi Soemba Java? Pada awal era Portugis kepulauan Sunda Kecil (nusa tenggara) dengan Java Minor (Java sendiri sebagai Major). Sebelum kedatangan orang Eropa, pulau Sumbawa dipengaruhi oleh Java, sementara pulau Soemba tidak dipengaruhi. Pada era Portugis pulau Soemba disebut pulau Tjindana. Lalu, apakah penamaan di era Portugis dengan Cumbava dimaksudkan untuk membedakan dengan pulau Soemba? Boleh jadi munculnya penyebutan nama Sambawa atau Samawa setelah masuknya pengaruh Islam. Nama Samawa pada saat itu ditemukan sebagai nama pulau di Atjeh atau nama suatu kota di Irak. Besar dugaan ketika Portugis sudah berada di pulau Soembawa (dan pulau-pulau lainnya), belum teridentifikasi syiar Islam. Kehadiran Islam baru sampai di Lombok, sejak tahun 1593 (Djepara) sebagaimana dicatat oleh Cornelis de Houtman (1597). Kehadiran Islam di (pulau) Soembawa diduga kuat berasal dari Makassar (kerajaan Gowa).

Namun demikian nama Soembawa tidak pernah berubah hingga ini hari, meski ada penulis Belanda yang mengingatkan bahwa coding yang sebenarnya adalah Sambawa atau Samawa. Kerajaan Soembawa (yang menggunakan nama pulau) sudah dikenal pada era Portugis sebagaimana kerajaan-kerajaan lainnya (Sanggar, Tambora, Bima, Dompu dan Sape). Pada era VOC raja-raja dari kerajaan di pulau Soembawa melakukan kerjasama (contract) dengan Pemerintah VOC.

Setelah adanya perjanjian pemerintah VOC dengan radja Soembawa pada tahun 1674, nama (kerajaan) Soembawa semakin dikenal. Jalur pelayaran VOC sebelumnya (Batavia-Banda via Djapara, Bima dan Dompu) diperluas ke (pelabuhan) Soembawa. Pelabuhan Bima berada di teluk, demikian juga pelabuhan Dompu di teluk. Pelabuhan Soembawa yang berada di dekat jalur pelayaran jarak jauh menyebabkan kerajaan Soembawa mulai lebih populer dibandingkan kerajaan Dompu. Kerajaan Bima menjadi sangat terkenal karena ibu kota cabang Pemerintahan VOC.

Kontrak terkenal antara Pemerintah VOC dengan kerajaan Soembawa adalah pengadaan bahan cat kayu (sappanhout). Kontrak terbesar dilakukan pada tahun 1677 sebanyak 15.000 picols (luihat Daghregister 18 Desember 1677). Kerajaan Soembawa beberapa kali mendapat perlawanan, namun tampaknya pemerintah VOC tetap berhasil melindunginya. Radja Satello di Soembawa dikabarkan meninggal (lihat Dagregister 4 November 1725).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Kerajaan Sumbawa Pasca Bencana Gunung Tambora

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

© Copyright 2020 Google Ads | Jasa Whatsapp Blast

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang