Sejarah Bogor (64): Museum Pajajaran di Kampong Sunda; Mengapa Begitu Banyak Versi Narasi Sejarah Buitenzorg dan Bogor? - JagoMarketing | Jasa Whatsapp Blast

Sejarah Bogor (64): Museum Pajajaran di Kampong Sunda; Mengapa Begitu Banyak Versi Narasi Sejarah Buitenzorg dan Bogor?

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bogor pada blog ini Klik Disini

Beberapa waktu yg lalu Wali Kota Bogor, Bima Arya ingin mendigitalisasi data sejarah Bogor [(lihat Sejarah Bogor (11)]. Kini, Bima Arya mengusulkan pendirian museum Sejarah Bogor dengan nama Museum Pajajaran. Ini tampaknya ingin melengkapi motto Kota Bogor yang masih ada dalam Tepas Lawang Salapan Dasakreta: DI NU KIWARI NGANCIK NU BIHARI SEJA AYEUNA SAMPEUREUN JAGA Dimana lokasi museum tersebut ancar-ancarnya pada (kampong) Batoetoelis yg sekaligus akan ditabalkan sebagai kampong Sunda. Apa saja isi museum Pajajaran tersebut kita berharap pula dilengkapi digitalisasi data sejarah.

Umumnya dalam banyak sekali kota dalam Indonesia, para pemerhati sejarah yg mempunyai usul mengenai hal yg terkait sejarah kota. Sangat jarang seorang pemimpin kota menginisiasi & memelopori pentingnya sejarah kota. Kota Bogor pada bawah pimpinan Bima Arya merupakan kekecualiaan. Tetapi akankah itu berlanjut? Seperti pada kota lain, pemimpin selanjutnya hanya menganggap gedung museum yang dibangun menjadi monumen saja tanpa pernah memperkayanya dan bahkan abai dalam pelestariannya. Lalu, bagaimana strateginya?

Sumber utama yg dipakai pada artikel ini merupakan ?Sumber primer? Seperti surat warta sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya dipakai sebagai pendukung (pembanding), lantaran aku anggap kitab pula merupakan hasil kompilasi (analisis) menurut berasal-dari primer. Dalam penulisan artikel ini tidak seluruh dari disebutkan lagi lantaran telah diklaim di artikel saya yang lain. Hanya dari-asal baru yg disebutkan atau asal yang sudah pernah disebut pada artikel lain disebutkan pulang di artikel ini hanya buat lebih menekankan saja*.

Museum: Tantangan & Prospek

Museum pada arti sempit hanya tentang soal-soal masa kemudian. Konsep museum wajib lebih diperluas. Pembangunan museum adalah upaya melestarikan

Begitu banyak museum didirikan di berbagai tempat di dunia. Di Indonesia juga begitu banyak museum. Di Bogor sendiri ada belasan museum. Namun apa yang bisa disaksikan, dimana pun museum terkesan hanya dibutuhkan oleh segelintir orang dan hanya dikunjungi sedikit orang. Lambat laun dilupakan dan terlupakan. Tentu saja bukan riwayat museum serupa itu yang akan dibangun. Jaman telah berubah. Museum baru umumnya hanya ramai di awal, terutama di hari-hari pembukaan. Habis itu, museum terkesan hanya dibutuhkan oleh segelintir orang dan hanya dikunjungi sedikit orang.

Pembangunan suatu museum adalah sebuah tantangan. Selama ini, pembangunan museum hanya didasarkan atas selera sekelompok orang. Akibatnya selera kelompok besar di masa datang tidak terakomodasi. Ruang-ruang pamer dan dinding-dinding museum hanya dihiasai oleh selera masa lalu. Bagi pengunjung baru hanya sekadar melihat sepintas, tanpa pernah mendalami, lalu habis itu selesai. Museum tidak memberi pelajaran, museum hanya sambil lalu.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Prasasti Batoetoelis: Museum Pajajaran di Kampung Sunda

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Dapatkan Info Produk Terbaru Kami

Masukan Alamat Email Kamu Disini

Gabung bersama media kami.