Sejarah Bogor (39): Ekspedisi Pieter Scipio ke Selatan Jawa dari Batavia melalui Hulu Sungai Tjiliwong; Siapa Luitenant Patingi?

shape image

Sejarah Bogor (39): Ekspedisi Pieter Scipio ke Selatan Jawa dari Batavia melalui Hulu Sungai Tjiliwong; Siapa Luitenant Patingi?

*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Bogor dalam blog ini Klik Disini

Sejatinya Luitenant Patingi merupakan orang pertama yang membuka ruang (wilayah) pada hulu sungai Tjiliwong. Luitenant Patingi adalah pemimpin pasukan pribumi pendukung militer VOC yang ditugaskan oleh Gubernur Jenderal VOC untuk melakukan eksplorasi wilayah. Ekspedisi pendahulu ini kemudian disusul ekspedisi yg dipimpin oleh Sersan Pieter Scipio. Dua ekspedisi ini berlangsung dalam tahun 1687. Tim ekspedisi Luitenant Patingi berangkat berdasarkan Batavia tanggal 21 Juli 1687.

Bagaimana eskpedisi ke hulu sungai Tjiliwong yang dipimpin Pieter Scipio ke hulu sungai Tjiliwong sampai selatan Jawa

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Sersan Pieter Scipio dan Luitenant Patingi: Kampong Baroe

Sebelum ekspedisi pertama ke hulu sungai Tjiliwong dimulai, terlebih dahulu dilakukan perjanjian dalam bentuk plakat yang dikenal sebagai Placaat 20 Juli 1687 (lihat Geschiedenis van Buitenzorg, 1902). Plakat ini ditandatangani pada tanggal 20 Juli 1687. Plakat ini bukan perjanjian antara Pemerintah VOC dengan Sersan Pieter Scipio dan Luitenant Patingi, tetapi perjanjian antara Pemerintah VOC dengan Luitenant Tanoe Djiwa yang akan ditempatkan di hulu sungai Tjiliwong sebagai orang yang ditinggikan posisinya sebagai pemimpin wilayah.

Sejak 1666 kebijakan Pemerintah VOC dimulai dengan kebijakan baru dimana penduduk dijadikan sebagai subjek. Perjanjian Placaat 20 Juli 1687 dibuat merujuk pada perjanjian antara Pemerintah VOC dengan Mataram (Tractaat van 1677) dan perjanjian antara Pemerintah VOC dengan Bupati Soemedang. Dengan demikian, ekspedisi pertama ke hulu sungai Tjiliwong tidak sekadar eksplorasi wilayah (yang belum pernah dimasuki oleh orang Eropa-Belanda) tetapi juga untuk okupasi, penempatan pemimpin lokal yang akan menjadi partner Pemerintah VOC. Sebagaimana biasanya, kehadiran Pemerintah VOC di suatu wilayah selalu dimulai dengan dasar hukum tetap (placaat) yang menjadi dasar legitimasi kehadiran para pedagang-pedagang VOC.

Tim ekspedisi pendahulu di bawah pimpinan Luitenant Patingi sudah berada di pedalaman di hulu sungai Tjiliwong. Gubernur Jenderal Johannes Camphuijs menugaskan tim ekspedisi kedua di bawah pimpinan sersan Belanda Pieter Scipio yang dibantu dua tentara Eropa/Belanda (plus pemandu dan pembantunya). Dalam awal laporan Pieter Scipio ditulis sebagai berikut:

Tunggu deskripsi lengkapnya

Luitenant Tanoejiwa dan Luitenant Patingi

Patingi dinaikkan pangkatnya menjadi Luitenant (lihat Daghregister 19 November 1686). Tugas Luitenant Patinggi adalah untuk pengawasan (patroli). Luitenant berada di bawah komando Majoor Saint Martin (komandan militer VOC). Kenaikan pangkat ini diduga kuat karena Patingi telah berpartisipasi aktif dalam perang Banten (1682-1684) di Tangerang.

Awalnya Capitein Jonker yang dikirim ke Banten. Namun hasilnya sangat buruk dan sejumlah tentara Eropa-Belanda ditangkap dan ditahan. Untuk mengatasi situasi di Banten dan untuk membebaskan para tahanan kemudian dikirim Majoor Saint Martin. Hasil dibuat suatu perjanjian dan para tahanan dibebaskan pada tahun 1682. Prestasi Majoor Saint Martin ini kemudian diberikan hadiah oleh Pemerintah VOC berupa lahan subur di Tjinere dan Pondok Terong (Tjitajam) pada tahun 1684. Dalam hal ini, ketika dilakukan ekspedisi ke hulu sungai Tjiliwong dan menjadikan penduduk sebagai subjek, Majoor Martin sudah membuka lahan di sisi barat sungai Tjiliwong (Pondok Terong). Majoor Saint Martin adalah tentara profesional yag terpelajar dan memiliki minat yang kuat adalam botani. Majoor Saint Martin menguasai bahasa pribumi (paling tidak bahasa Melayu). Nanti pada berikutnya, pada tahun 1695 Cornelis Chastelein membuka lahan di antara land Tjinere dan land Pondok Terong di Seringsing (Serengseng).

Dalam ekspedisi pertama ke hulu sungai Tjiliwong tiga pasukan yang dikerahkan mewakili fungsi yang berbeda-bedan. Pasukan Luitenant Patinggi untuk membuka ruang, pasukan Luitenan Tanoedjiwa untuk tugas keamanan wilayah. Sedangkan Sersan Pieter Scipio sebagai perpanjangan tangan Pemerintah VOC.

Luitenant Patinggi sebagai fungsi patroli adalah komandan pasukan pribumi yang bersifat mobile (semacam Kostrad pada masa kini). Sedangkan Luitenant Tanoedjiwa sebagai komandan pasukan pribumi untuk fungsi teritorial (semacam Pangdam masa ini). Dalam tugas ini hanya pasukan Luitenant Tanoedjiwa yang akan menetapa. Pasukan Luitenant Patinggi selesai bertugas pada tanggal 3 September 1687. Total hari bertugas Luitenan Patinggi dan pasukannya di hulu sungai Tjiliwong selama 43 hari (sejak 21 Juli 1687).

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

© Copyright 2020 Jasa Whatsapp Blast | Adwordsgoogle.site

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang
close
Jual Software Whatsapp Bulk Sender Blaster Anti Banned